<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS KKG PAI Batura</title> 
				<description>Berita Indonesia terkini terpercaya, dan terpopuler, politik, ekonomi, tekno, otomotif, dan olahraga ditulis lengkap dan akurat.</description>
				<link></link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Jangan Ragu Bersekolah di Madrasah</title>
						                <link>http://apk.ygm.web.id./instansi/berita/detail/jangan-ragu-bersekolah-di-madrasah</link>
						                <description>Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, mengajak para orang tua untuk mengikhlaskan dan tidak ragu-ragu karena putra-putrinya bersekolah di madrasah. Keputusan para orang tua memilih madrasah sebagai tempat untuk menimba ilmu adalah keputusan yang tepat, karena di madrasah anak-anak tidak saja mendapatkan pengetahuan umum tetapi mendapatkan pendidikan karakter yang baik sepanjang hari.

“Bersyukurlah orang tua menitipkan anak-anak menempuh pendidikan di madrasah. Ikhlaskan dan jangan ragu karena anak-anak akan dididik science dan ilmu agamanya,” kata Wafa saat memberikan sambutan pada Akhirussanah dan Pentas Seni MTsN 5 Magelang, di Ngablak, Sabtu, (12/05).

Wafa menegaskan bahwa pendidikan umum saja tidak cukup, karena mengandalkan ilmu pengetahuan (science) tanpa bekal ilmu agama akan kosong jiwanya. Hanya dengan berbekal ilmu agama yang kuat yang akan menjadikan anak-anak menjadi soleh dan solehah.

“Mengandalkan science tanpa ilmu agama maka akan kosong jiwanya. Tatkala dibekali dengan ilmu agama yang cukup akan menjadi anak yang soleh,” katanya.

Wafa menyampaikan bahwa pendidikan di madrasah merupakan pendidikan unggulan karena kuat pendidikan karakternya. Menurut Wafa, tidak ada artinya kehidupan jika para putra tidak dibekali agama.

“Sak nakal-nakalnya kalau di MTs masih dibekali ilmu agama. Tidak ada artinya kalau para putra tidak dibekali agama. Madrasah siap membekali para putra putri untuk memimpin Negara ini pada 10 atau 20 tahun yang akan datang,” lanjutnya. “Ikhlaskan para putra untuk dididik oleh para guru di madrasah,” tegasnya.

Kepada para orang tua Wafa menyampaikan bahwa MTsN 5 masih terus berbenah dan terus berinovasi. Gedung-gedung baru akan dibangun bersama dengan stake holder dalam rangka memajukan MTsN. Wafa mendorong para guru dan stake holder untuk terus maju dalam rangka meningkatkan mutu agar bisa bersaing dalam dunia pendidikan, dan terus mengisi dunia pendidikan.

“Setelah kegiatan ini akan ada kegiatan Penerimaan Siswa Baru. Titipkan di MTs agar menjadi anak yang soleh dan jangan ragu. Kepala Kantor bertanggung jawab untuk menyiapkan anak-anak ke depan,” tegasnya.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Budayakan Bekerja dengan Hati</title>
						                <link>http://apk.ygm.web.id./instansi/berita/detail/budayakan-bekerja-dengan-hati</link>
						                <description>Sebanyak 16 ASN terdiri dari  7 orang Guru, dan 9 JFU menerima SK Kenaikan Pangkat Periode April 2018 pada Apel Pagi, Jumat, (18/05/2018) di halaman Kantor Kemenag.

SK Kenaikan Pangkat diserahkan oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa didampingi Kasubbag Tata Usaha Ngatmin.

Dalam pembinaan apel pagi tersebut, Mad Sabitul Wafa mengajak kepada ASN yang naik pangkat untuk menyukurinya dengan meningkatkan kinerja sehingga apa yang menjadi penghasilannya.

“Kenaikan pangkat sebagai reward adalah hak ASN di semua jenjang jabatan. Namun demikian, jika hak sudah diterima ada konsekuensinya. Tanggung jawab dalam rangka menyukuri nikmat Allah Swt adalah meningkatkan kerja ASN di semua lini sesuai 5 Budaya Kerja,” kata Wafa.berkah untuk kehidupan.

Wafa menegaskan bahwa integritas yang diwujudkan dalam bekerja disiplin dan penuh dedikasi agar dikedepankan.

“Kedepankan integritas, karena tanpa integritas hasil kinerja kurang baik. Bekerja dengan hati penuh dedikasi baik diawasi atau tidak diawasi oleh atasan, pekerjaan hari itu dapat diselesaikan agar outputnya lebih baik,” lanjutnya.

Wafa mengajak ASN secara umum agar membudayakan Bekerja dengan Hati sebagai karakter unggul dalam bekerja. Melalui bekerja dengan hati, seorang ASN akan mampu bekerja dengan baik dan meningkat produktivitasnya karena dalam bekerja tidak saja tidak saja melibatkan kompetensi, tetapi nilai-nilai religius sebagai karakter bekerja yang baik.

Wafa menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang ASN telah melewati proses panjang dan tidak mudah, dengan demikian profesi ASN saat ini harus disyukuri. Sangat disayangkan, jika para ASN kemudian tidak menunjukkan kinerja yang baik.

Bekerja dengan hati dapat diawali mulai dari hal-hal kecil tetapi membawa dampak yang besar bagi pelayanan.  Wafa mencontohkan pentingnya tertib dalam berpakaian dan berpenampilan sebagai seorang ASN misalnya pemakaian lencana Korpri, papan nama, ID Card, cara berpakaian, sampai dengan sepatu.

Meski bulan Ramadhan, pelayanan diharapkan tidak terganggu. Para ASN agar tetap melaksanakan tugas dengan baik agar apa yang didapat berkah dihadapan Allah Swt.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Sosialisasi dan Sinkronisasi Penerimaan TPG tahun 2018</title>
						                <link>http://apk.ygm.web.id./instansi/berita/detail/sosialisasi-dan-sinkronisasi-penerimaan-tpg-tahun-2018</link>
						                <description>Untuk membantu para Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Magelang perihal mekanisme pencairan Tunjangan Profesi Guru, Seksi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang menyelenggarakan Sosialisasi dan Sinkronisasi Penerimaan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2018 di Ruang Rapat Kankemenag Kab. Magelang, Selasa (15/05).

Kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari perwakilan guru-guru pendidikan Islam di kabupaten Magelang ini dihadiri oleh Fatchur Rochman selaku Kepala Seksi PAIS dan juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Mad Sabitul Wafa sebagai narasumber.

Dalam arahannya, Wafa menyadari bahwa TPG ini penting dan sangat ditunggu-tunggu oleh para guru. Koordinasi yang baik membantu kelancaran proses ini. Di internal seksi, peningkatan SDM tenaga tehnis terus dilakukan. "Tugas KKG adalah memastikan berkas-berkas administrasi persyaratan telah lengkap. Jika ada yang tidak lengkap, segera koordinasi agar segera melangkapi. Karena sistem pencairan sekarang melalui SPAN, satu belum lengkap berkasnya, akan menghambat keseluruhan". jelasnya.

Mengingat pentingnya TPG ini bagi para guru, Wafa menginstruksikan pada seksi PAIS untuk mencairkan tunjangan tersebut sebelum hari raya lebaran (Idul Fitri).

 “Saya perintahkan TPG ini cair sebelum lebaran”. tegasnya. “Hari terakhir puasa kan tetap sebelum lebaran namanya”. Selorohnya yang disambut  tawa para peserta.

Wafa juga menjelaskan pentingnya meningkatkan mutu pendidikan di semua sekolah, mulai dari SD, SMP, maupun SMA.

“Peristiwa teror di Surabaya menggambarkan betapa tipisnya pemahaman agama kita. Di Indonesia, tidak boleh tumbuh paham radikal. Indonesia Negara kesatuan, jangan pernah lepas dan terpecah. Ini menjadi tanggungjawab guru-guru semua dalam memberikan pemahaman agama Islam (pada murid-muridnya) yang ramah, Islam yang rahmatan-lil-alamiin”. Jelasnya.

Dalam kesempatan ini Wafa juga memaparkan gagasan tentang pemberian santunan yatim piatu dengan cara mengedarkan kupon senilai 10 ribu rupiah kepada para guru-guru dan ASN dan disalurkan pada yatim piatu  pada momentum peringatan tahun baru Hijriyah.

 “Kita porno saja alias buka-bukaan dalam pengelolaanya”. Ungkapnya dalam menjamin transparansi pengelolaan dana kupon tersebut. “Semoga dengan cara ini rezeki kita menjadi lebih berkah, dan barangkali ini juga sebagai penebus dosa-dosa kita dengan menyantuni anak-anak tersebut”. Tambahnya.

Sebagai penutup, tidak lupa Kepala Kantor beramanah kepada para guru untuk turut serta menyemarakkan bulan suci Ramadhan, dapat menyesuaikan jadwal libur yang variatif dengan mengisi amalan-amalan ramadhan sehingga syiar semakin terlihat.
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>